Sebenarnya tugas anggota dewan itu gampang gampang susah, ibarat kita merawat balita, kadang bahagia tapi kadang juga dibuat repot, itulah bunga kehidupan. Lho kenapa kok ibarat merawat balita bukan yang lain ?
Okelah akan saya jelaskan, jadi begini, merawat balita membutuhkan kesabaran, ketelatenan dan banyak hal yang tidak ingin kita lakukan terpaksa kita lakukan saat itu juga. Sebagai contoh anak kita main di tempat yang kotor maka kita larang bahkan kadang kita marahi karena tidak mengindahkan peringatan kita, ini manusiawi, karena kita tidak ingin anak kita nanti sakit akibat main di tempat yang kotor dll, sama ketika kita menjadi anggota dewan, kita membuat peraturan daerah misal jangan buang sampah sembarangan, siapa yang membuang sampah maka akan terkena peraturan tadi. Kenapa kita buat perda tersebut ? karena kita tidak ingin kota kita yang tercinta ini menjadi kotor di mana mana.
Contoh lain, kadang kita mendapat protes dari anak kenapa nonton TV tidak boleh ? kemudian dia melakukan protes dengan cara tidak mau makan sewaktu kita suapi. Dan dengan sabar kita kasih pengertian dan kita bujuk supaya dia mengerti kenapa kita melarangnya, sama ketika anggota dewan mendapat protes karena ada perda yang bertentangan dengan orang banyak ( menurut yang protes ), akan tetapi harus dengan sabar mereka kita temui kemudian bikin dialog cari solusi terbaik bagaimana, akhirnya setelah ketemu kata sepakat sama sama mengerti, insya allah hidup akan damai.
Dan sewaktu anak kita pada malam hari minta buang air besar dengan sangat terpaksa walau mata masih mengantuk kita melakukan juga dengan ikhlas tanpa pamrih apapun, begitu juga saat anggota dewan tengah malam atau baru sibuk, ada tetangga yang minta bantuan entah dana ( kalau ada ) atau terlibat suatu masalah, anggota dewan karena biasanya dianggap sebagai orang yang berpengaruh di lingkungan tersebut akan di mintai bantuannya, maka mau tidak mau saat itu juga harus membantu.
Maka siapkah menjadi anggota dewan yang seperti itu..?? Harus siap..karena sudah mendaftar sebagai anggota dewan, konsekwensi seperti itu harus siap…OK
Mungkin itulah sedikit gambaran untuk menjadi anggota Dewan yang terhormat.
Terima Kasih

Quote from suara pembaca di deteik “Rata-rata mereka (anggota dewan) lebih mementingkan diri sendiri atau partainya daripada mementingkan kepentingan masyarakat pada umumnya. Apakah golput merupakan solusi cerdas agar yang menjadi anggota dewan bisa sadar akan kesalahannya?
Jawabnya adalah salah besar. Mereka (maaf) saya sebut sebagai preman politik malah semakin mantap untuk bisa melenggang lagi menjadi anggota dewan. Kenapa? Hal ini di karenakan mereka mempunyai jaringan luas di mana-mana.”
saya setuju dengan pendapat anda, bahwa skrg sudah banyak preman politik.
Bagaimana anda merekrut, anggota itu nantinya bisa baik, dan yakin anggota partai anda bekerja berdasarakan hati nurani yang baik u/ kepentingan rakyat banyak, krn pengalaman selama ini, sy punya teman teman kerja di swasta saja banyak korupsinya, apalagi dalam komunitas yang sudah membiasakan corrupt action telah menjadi biasa.
Maaf dari sebelum reformasi, saya sudah..anti korupsi.
makanya sy tdk mau kerja di pemerintahan
AH TEORI !!!!
pendapat saya tentang anggota dewan : http://anugrahkusuma.com/blog/2008/07/16/rangkaian-digital-anggota-dpr/
Menarik membaca tulisan Anda di detik.com, karena saya bisa simpulkan Anda menyalahkan mereka yang golput karena akan membiarkan terpilihnya anggota yang dewan.
yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah kenapa logikanya ga dibalik, seharusnya partai yang disalahkan karena mencalonkan preman menjadi anggota dewan. bukan malah menyalahkan pemilih yang sebenarnya ga begitu tau siapa wakilnya (ini kenyataan lho Mbak Eva, saya aja sampe sekarang ga tau siapa yang mewakili saya. ketemu aja ga pernah).
jadi bukan memilih atau tidak memilih masalahnya, masalah uama terletak pada sistem yang ada di negara ini termasuk partai2nya. sepanjang ini masih belum tersentuh, saya yakin masalah di negara ini ga kan selesai…
saya berusaha memberikan opini agar public bisa banyak belajar bahwa kita harus benar benar jauh dari korupsi, mulailah dari diri sendiri itu sudah bagus insyaallah kalau semua berpikiran begitu maka semua orang tidak akan korupsi. jadi artikel saya di http://suarapembaca.detik.com/read/2008/10/24/171458/1025566/471/golput-dukung-preman-jadi-anggota-dewan seperti tersebut diatas maksudnya. terima kasih
golput terjadi bisa karena memang mereka tidak mau tahu atau tidak tahu juga siapa yang pantas mewakili suara mereka. Gpp bu maju terus menyuarakan isi hati dan perjuangan kita. Maju untuk perempuan HANURA yang masih punya hati nurani bagi mereka yang miskin dan termiskinkan karena ulah orang-orang tidak berhati nurani.
Salam dari Jakarta
Ratna – Caleg HANURA untuk DPR RI no 3 untuk Semarang, salatiga, kendal
Lebih baik golput dari pada mendukung org2 yg akan berbuat dosa..